C |
ahaya matahari yang indah mulai menampakkan dirinya dari balik pegunungan.Pagi yang indah bagiku sangat menyenangkan bangun dengan sambutan pagi yang hangat.
Kutatap foto seorang wanita berbadan tinggi,cantik,dengan rambut sebahu.Sesosok wanita yang tak pernah putus asa untuk mendapatkan apa yang ingin ia dapatkan.
Aku bergegas pergi ke kamar mandi.Beberapa menit kemudian aku turun sarapan bersama keluargaku.Nasi goring,makanan yang paling ku suka saat sarapan.Aku makan dengan lahap layaknya orang kelaparan.
“Aksal,ayo berangkat!”perintah mamaku dengan suaranya yang lemah lembut.
“Wait a minute!”balasku dengan mulut penuh makanan.
“Aksal berangkat dulu ya ma!”pamitku pada mama tercinta.
“Hati-hati di jalan ya sal!”pesan mama.
Dengan Supra bernomor KT 4351 BE,aku pergi sekolah.Di tengah jalan kulihat wanita pujaanku Dea,yang mengendarai motor Mio dengan helm dan tas yang digantungkan di pundaknya.Wajahku berkeringat saat dia melihat wajahku,jantungku berdegup kencang saat melihat wajahnya yang cantik.
“Good morning Aksal!”sapanya dengan ramah.
Wajahku makin berkeringat,saat aku membalas sapanya dengan senyum bahagia.Tak pernah aku sebahagia ini saat orang menyapaku.Dengan mata berkaca-kaca aku terus memandangi wajah cantiknya.
Sesampai di sekolah aku langsung memarkirkan motorku di tempat pemarkiran.Dea pun datang dan memarkirkan motornya di tempat yang sama.Aku berjalan menuju kelas lebih dulu darinya.
“Hai Aksal,Good morning!”sapanya lagi,berusaha mengejutkanku dari belakang dengan sapaan yang lembut.
“ha…hai Dea!”balasku dengan suara gugup.
Aku jadi salah tingkah di hadapanya.Aku tak tahu harus bicara apa padanya.Seakan aku berdiri di hadapan guru paling killer di sekolahku.
Sepanjang lorong sekolah,kami berjalan tanpa suara sedikitpun.Aku melihat sorotan matanya seakan ada yang dipikirkan di dalam kepalanya.Aku ingin bertanya,tapi tak sedikitpun kata-kata yang dapat keluar dari mulutku.Aku tak tahu mengapa,tapi aku tahu dia sedang mamikirkan sesuatu yang membuatnya bingung.
Aku duduk di bangkuku dan dia duduk tepat di sampingku.Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu padaku tapi aku tak tahu apa yang ingin dia ceritakan padaku.
“Sal,boleh gak aku curhat?”tanyanya agak memelas.
“curhat? Curhat apaan?”tanyaku kaget.
Aku terkejut dengan permintaan yang tak pernah ia minta sebelumnya.
“Gak aku Cuma mau curhat tentang hubungan aku sama Erwin.”jawabnya.
“Emangnya kamu kenapa sama Erwin?bukannya kalian berdua pasangan serasi?”tanyaku penasaran.
“iya,aku tahu tapi……aku ngerasa akhir-akhir ini Erwin selalu menjauh kalau aku deketin,kayaknya dia sudah gak suka sama aku.”jawabnya dengan tampang BT.
“Trus kenapa kamu mau curhat ma aku,aku kan bukan siapa-siapa kamu.”tanyaku lagi.
“Aku gak tau tapi aku ngerasa nyaman kalo` deket ama kamu dan aku yakin kamu mau nerima curhatanku ini.”
Jantungku berdebar- berdebar setelah mendengar perkataannya tadi.Apakah dia juga merasakan seperti apa yang aku rasakan?ah,mana mungkin dia suka ama aku,Erwin kan lebih tampan dari pada aku.Mungkin itu cuma perasaanku aja.
Sebenarnya aku tahu apa yang terjadi pada Erwin dan dia.Erwin sudah khianati dia,tapi dia gak tahu itu.Aku juga tahu sebenarnya Erwin mau jadi pacarnya karena kengetopan Dea sebagai ketua osis di sekolah beberapa tahun yang lalu.Tapi sekarang Dea sudah kelas 3 SMA dan pangkat ketua osis tak lagi disandangnya.Oleh sebab itu Erwin menjauhinya dan menjadi pacar anak kelas 2 yang menggantikan Dea sebagai ketua osis tahun ini.
Tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara yang tidak mengenakan bagiku.
“Bagus ya,rupanya kamu selingkuh di belakangku sama cowo` ini!”bentak Erwin marah.
Nampaknya Erwin sangat marah pada kami berdua dia tak bisa menerima ini semua.Aku pun tak bisa menerima semua celaan yang dilontarkannya.Aku sangat marah,darahku seakan mendidih.
“Apa maksudmu ngomong kayak gitu?ngajak kelahi kamu?”tanyaku kesal.
“Ayo,kamu itu memang gak tahu diri,bisanya ngerebut cwek orang aja!”
“Apa kamu bilang?”balasku
“udah-udah stop!jangan kayak anak kecil gitu dong!”Dea mencoba menengahi.
“Aku sama Aksal tu gak ada apa-apa,aku cuma ngobrol doang ama Aksal gak lebih.:Dea menjelaskan.
“Ala sudah kepergok masih aja ngelak,tega-teganya kamu nusuk aku dari belakang!”
“Eh,kamu jangan nuduh Dea kayak gitu donk!’tegurku mencoba membela.
“Eh,kamu gak usah ikut campur ya,cwok gak tahu diri!”bentaknya.
“Sebenarnya kamu tu yang gak tahu diri,ndekatin cwek Cuma karena ketenarannya.Aku tahu sebenarnya kamu udah selingkuh ama anak kelas 2 itu lantaran Dea udah gak jadi ketua osis lagi dan anak itu yang gantiin dia,yakan?trus kamu jauhi Dea dan pacaran sama cwek itukan?”beberku di depan Dea.
“Cukup!Eh Sal apa maksudmu jelek-jelekin cwok aku?Ku kira kamu itu care sama aku,tapi dugaanku tu salah ternyata kamu itu tukang fitnah.”Ucapannya kecewa.
“Ta……tapi Dea.”balasku.
“Gak ada tapi-tapian pokoknnya aku gak mau ketemu kamu lagi dan mulai saat ini aku akan pindah tempat duduk.”Putusnya sambil meninggalkanku di kelas sendiri.
“Tapi Dea tunggu!”Pintaku.
Tapi Dea tak lagi mengubrisku dia langsung pergi bersama Erwin.Hatiku sakit,sakit sekali saat Dea menuduhku seperti itu.Seakan hatiku tercabik-cabik.Mungkin aku tahu aku tak akan bisa dekat dengannya lagi.Aku sadar dia lebih memilih Erwin dari pada menjadi temanku.
Sejak saat itu Dea tak pernah menegurku lagi.Rasanya aku tak ingin lagi sekolah kalau caranya begini.Diriku serasa asing di matanya.Beberapa kali aku mencoba mendekatinya tapi dia selalu menjauh.Aku pun memutuskan tak akan lagi mendekatinya.
Beberapa minggu kemudian terdengar kabar yang membuatku terkejut.Dea dan Erwin sudah putus kemarin.Aku tak tahu apa penyebabnya,aku mencoba mencari informasi kesana-kesini,dan ku dengar mereka putus karena Erwin ketawan selingkuh sama anak kelas 2 itu.Aku bersyukur kebenaran telah terungkap.Dan aku yakin Dea telah salah menilaiku.
Pagi itu aku duduk di bangku kelasku.Tiba-tiba aku dikejutkan dengan sapaan manis seorang wanita,aku tak tahu siapa.
”Pagi Sal!”Sapanya.
“Pagi!”Balasku.
Aku menoleh ternyata itu Dea.Aku terkejut kenapa dia tiba-tiba menyapaku setelah apa yang terjadi waktu itu.
“Sal aku mau minta maaf,aku akui aku telah selah menuduhmu yang bukan-bukan.Aku baru mengetahuinya saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.”ucapnya menyesal.
“Gak ada yang perlu dimaafkan,aku udah maafin kamu kok.Balasku.
“Makasihya.”
“Gak papa kok,oh ya Dea,aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”Pintaku.
“Mau ngomong apa?”Tanyanya.
“Gini,sebenarnya aku gak tahu ada apa dengan diriku.”Jawabku.
Emangnya kamu kenapa?”Tanyanya lagi.
“Gak tau,akhir-akhir ini kalau kamu ada di sampingku,rasanya ada sesuatu yang bergejolak di hatiku.”Ceritaku.
“Mungkin aku suka sama kamu.”Jawabku.
“Suka sama aku?mana mungkin.”Elaknya.
“Bener,aku gak pernah merasakan perasaan kayak gini sama cewek.”Aku mencoba meyakinkan.
“Trus mau kamu apa?”Tanyanya.
“Aku mau kamu jadi pacar aku!”Jawabku.
“Sorry Sal,bukannya aku gak nerima kamu tapi aku gak mau dikhianati seperti aku dikhianati sama Erwin.”
“Tapi De aku bener-bener suka sama kamu.Apa perlu aku buktikan ini di depan murid-murid lainnya?”
“Gak,gak perlu Sal.”Jawabnya.
“Trus gimana?”
“Gini aja,kasih aku waktu sampai nanti siang baru aku bisa jawab!”Tawarnya.
“Ok aku kasih waktu sampai nanti siang siang.”Aku setuju.
Jam demi jam berlalu,menit demi menit juga berlalu dan detik demi detik berlalu dengan lambatnya,seakan- seakan tak mengijinkan aku untuk mendengar langsung jawaban dari Dea.Akhirnya waktunyapun tiba dan aku gugup untuk mendengar jawaban Dea.
“Ok De ini sudah siang,waktunya kamu jawab pertanyaanku!”Tagihku.
“Sorry Sal aku bingung sama perasaanku,so aku gak bisa jawab.”
“Gak bisa kamu harus jawab!oi pengunguman semuanya.Aku suka sama cewek tapi cewek ini bingung mau nerima apa gak.Sekarang aku mau minta dia menjawab di depan kalian semua.”Aku berteriak menarik perhatian.
“Ok aku akui aku suka sama kamu sejak kamu masuk sekolah ini sampai sekarang.Aku juga akui aku pengen banget jadi pacarmu.”
“Trus apa sekarang jawabanmu?”
“Emmmt,gimana ya?ok aku terima kamu jadi pacar aku.”
“Bener De?Thanks banget De,aku cinta banget sama kamu.”Ungkapku.
Aku berteriak kata-kata manis itu di depan seluruh murid-murid sekolah ini.Padahal aku sendiri biasanya malu berbicara di depan banyak orang,dan rasanya aku mau pingsan,sampai-sampai mukaku memerah tak sanggup menahan malu tapi aku bahagia,sekarang Dea udah jadi pacarku dan aku janji akan selalu mencintainya dan gak akan ninggalin dan nyakitin hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar